Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

News

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!

Ratusan Pemuda di Sumut Rayakan Paskah Dengan Jalan Salib

PEMATANGSIANTAR,- Ratusan pemuda yang tergabung dalam Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Pematangsiantar, Sumatera Utara, menggelar jalan salib dengan menelusuri ruas jalan utama kota, Minggu (20/4/2014) pagi.

Jalan salib dimulai sejak pukul 5.30 WIB, dari depan kantor Pengadilan Negeri Jalan Sudirman, Pematangsiantar, melewati sejumlah ruas jalan utama kota lainnya seperti Jalan Sutomo dan Jalan Merdeka. Dalam prosesi jalan salib, seorang pria memikul kayu salib, menggambarkan figur Yesus, dicambuk dan dipukuli para serdadu yang diperankan beberapa pemuda.

Selain menelusuri jalan utama kota, prosesi para anak muda ini juga singgah di beberapa gereja yang berada di perlintasan rute jalan salib, seperti Gereja Kalam Kudus dan Gereja Balai Keselamatan. Di kedua gereja tersebut, dua pelayan gereja menyambut prosesi jalan salib dengan menggelar kebaktian singkat, bernyanyi dan membacakan firman yang dikutip dari Alkitab.

Di Gereja Balai Keselamatan yang berada di Jalan Sutomo, rombongan jalan salib disambut Wali Kota Pematangsiantar Hulman Sitorus. Setelah mengikuti ibadah singkat di depan gereja, wali kota kemudian berbaur dengan para anak muda, berjalan kaki mengikuti prosesi jalan salib menelusuri jalan utama kota.

Ketua GAMKI Pematangsiantar Fery Tampubolon mengatakan, jalan salib digelar dalam kaitan perayaan Paskah di Pematangsiantar. “Jalan salib ini menggambarkan bagaimana Yesus membawa salib menuju bukit Golgata,” katanya.

Fery menegaskan, jalan salib ini juga sebagai refleksi bagi umat Kristen, termasuk warga Pematangsiantar, bagaimana Yesus mengorbankan dirinya demi menebus dosa umat manusia.

Sumber : kompas.com

Ngaku Dihamili Anggota DPRD Gadis 16 Tahun Lapor Polisi

MAJENE, - Seorang gadis berusia 16 tahun melaporkan anggota DPRD Majene Sulawesi Barat ke Mapolres Majene, Sabtu (19/4/2014) petang. Dia melaporkan dugaan pemerkosaan yang dilakukan anggota DPRD Majene dari Fraksi PAN, Hastiadi.

Korban melaporkan dugaan pemerkosaan itu didampingi keluarganya. Dia mengaku terpaksa melaporkan karena Hadriadi menolak bertanggung jawab atas janin yang dikandungnya.

Awalnya, kata dia saat melaporkan kepada polisi, dia berusaha menutup aib pribadinya. Dia juga menutupi kehamilannya kepada keluarganya. Namun, perutnya terus membuncit. Akhirnya, dia menceritakan kejadian tersebut kepada keluarganya.

Sebelum melaporkan kejadian tersebut ke polisi, korban sempat memeriksakan kandungannya ke RSUD Majene.

Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Jubaidi, menyebutkan, pihaknya telah menerima laporan resmi dari pihak keluarga korban. "Laporan korban sudah kami terima secara resmi, polis kini sedang menyidik kasus ini untuk membuktikan pengaduan korban,” ujar AKP Jubaidi.

Jubaidi mengatakan, polisi belum menerima hasil tes kehamilan dari rumah sakit. Namun, tanpa keterangan dari rumah sakit, dapat terlihat korban memang sedang hamil.

Jubaidi berjanji, jika bukti-bukti sudah cukup, pelaku terancam dijerat dengan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Ketua DPD PAN Majene, Darmansah, yang dihubungi via hanphonenya mengatakan, pihaknya baru mendapatkan laporan pengaduan korban ke polisi. Di tengah tahun politik yan panas seperti saat ini, dirinya tak ingin berspekulasi terlalu jauh menanggapi laporan korban ke polisi sebelum melakukan klarifikasi langsung kepada salah satu anggotanya.

“Hari ini saya akan menemui terlapor untuk meminta klarifikasi langsung sebelum partainya mengambil tindakan sanksi sesuai AD/RT partai,” ujar Darmansah.

Sumber :kompas.com

Gunung Merapi di DIY dan Jawa Tengah Kembali Meletus

Gunung Merapi yang terletak di DIY dan Jawa Tengah kembali meletus. Letusan terjadi pada Minggu menjelang waktu salat subuh sekitar pukul 04.26 – 04.40 WIB.

"Letusan disertai suara gemuruh dan disusul lava pijar sejauh 1 km. Mengarah ke hulu Kali Senowo dari puncak kawah Gunung Merapi," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho dalam keterangan tertulisnya.

Lanjut Sutopo, hujan abu dan pasir terjadi di daerah-daerah pada radius 12 km, sisi tenggara hingga barat daya. "Di Kabupaten Magelang hujan abu terjadi di Kecamatan Dukun, Srumbung, Muntilan, Sawangan, hingga Kota Mungkit," urainya.

Balai Penyelidikan Dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Badan Geologi, sambungnya, telah melaporkan letusan Gunung Merapi tersebut ke Posko BNPB, BPBD Magelang, BPBD Sleman, BPBD Klaten dan BPBD Jawa Tengah.

"Status Gunung Merapi tetap normal. Tidak ada peningkatan aktivitas vulkanik pasca letusan tadi," jelas Sutopo. Berdasarkan analisis, beber Sutopo, lava pijar yang keluar dari kawah bukan material juvenile (magma baru).

"Merapi belum memasuki fase letusan magmatik baru. Material yang keluar adalah gas vulkanik, yang dominan CO2 yang memicu letusan. Adanya beberapa kali gempa tektonik di DIY dan Jawa Tengah, juga berpengaruh pada sistem internal di Gunung Merapi. Sehingga terjadi pelepasan CO2," paparnya.

Berdasarkan laporan dari BPBD, sejauh ini tidak ada masyarakat yang mengungsi. Masyarakat di sekitar Gunung Merapi hanya diimbau untuk terus meningkatkan kewaspadaan.

Letusan pada pagi ini, sama seperti letusan sebelumnya pada 10 Maret 2014. Ketika itu pukul 06.54 – 07.30 WIB, terjadi hembusan asap berwarna coklat, tebal, tekanan kuat, kolom asap tegak setinggi 1.500 m. Hujan abu terjadi di sektor selatan tenggara meliputi Desa Umbulharjo, Kepuharjo, Sidorejo dan Desa Balerante.

Lalu pada 27 Maret pukul 13.12 – 13.16 WIB, juga terjadi hembusan di puncak Gunung Merapi yang tertutup kabut. Suara gemuruh terdengar hingga di Desa Pakem, Argomulyo, Glagaharjo. Hujan abu dan lapilli (2 – 8 mm) di Desa Kepuharjo, Glagaharjo, Argomulyo, Kendalsari, Ngemplakseneng, Deles, Sidorejo,Tegalmulyo, Tlogowatu, Bumiharjo dan Balerante.

(Tanti Yulianingsih ) www.liputan6.com

19 Orang Terkaya di Indonesia 2014

New York - Tim pengamat kekayaan Global Forbes menemukan tahun ini terdapat 1.645 miliarder di dunia. Angka tersebut merupakan total terbanyak sepanjang sejarah. Dari jejeran orang terkaya tersebut, 19 diantaranya berasal dari Indonesia.

Mengutip laman Forbes, Selasa (4/3/2014), pengusaha rokok Djarum dan perbankan R. Budi Hartono masih memegang gelar orang terkaya di Indonesia tahun ini. Kekayaannya tercatat mencapai US$ 7,6 miliar atau setara Rp 88,4 triliun (kurs: 11.631 per dolar AS).

Di kancah internasional, Budi berhasil menempati posisi ke-173. Sementara di posisi kedua, Michael Hartono yang bergerak di bidang bisnis yang sama mencetak total kekayaan hingga US$ 7,3 miliar atau Rp 84,9 triliun.

Nama pribumi lain yang berhasil merebut salah satu tahta orang terkaya di dunia adalah Chairul Tanjung. Bos media yang satu ini berhasil naik hingga ke posisi ketiga sebagai orang terkaya di dunia.

Berikut daftar 19 orang terkaya di Indonesia yang berhasil merebut gelar miliarder dunia versi Forbes:

1. R. Budi Hartono
  • Peringkat dunia: 173
  • Peringkat di Indonesia: 1
  • Total kekayaan: US$ 7,6 miliar
2. Michael Hartono
  • Peringkat dunia: 184
  • Peringkat di Indonesia: 2
  • Total kekayaan: US$ 7,3 miliar
3. Chairul Tanjung
  • Peringkat dunia: 375
  • Peringkat di Indonesia: 3
  • Total kekayaan: US$ 4 miliar
4. Sri Prakash Lohia
  • Peringkat dunia: 446
  • Peringkat di Indonesia: 4
  • Total kekayaan: US$ 3,5 miliar
5. Peter Sondakh
  • Peringkat dunia: 609
  • Peringkat di Indonesia: 5
  • Total kekayaan: US$ 2,8 miliar
6. Mochtar Riady dan keluarga
  • Peringkat dunia: 687
  • Peringkat di Indonesia: 6
  • Total kekayaan: US$ 2,5 miliar
7. Sukanto Tanoto
  • Peringkat dunia: 828
  • Peringkat di Indonesia: 7
  • Total kekayaan: US$ 2,1 miliar
8. Bachtiar Karim
  • Peringkat dunia: 869
  • Peringkat di Indonesia: 8
  • Total kekayaan: US$ 2 miliar
9. Theodore Rachmat
  • Peringkat di Indonesia: 9
  • Peringkat dunia: 973
  • Total kekayaan: US$ 1,85 miliar
10. Tahir
  • Peringkat dunia: 973
  • Peringkat di Indonesia: 10
  • Total kekayaan: US$ 1,85 miliar
11. Murdaya Poo
  • Peringkat dunia: 1036
  • Peringkat di Indonesia: 11
  • Total kekayaan: US$ 1,75 miliar
12. Martua Sitorus
  • Peringkat dunia: 1.046
  • Peringkat di Indonesia: 12
  • Total kekayaan: US$ 1,7 miliar
13. Achmad Hamami dan keluarga
  • Peringkat dunia: 1.092
  • Peringkat di Indonesia: 13
  • Total kekayaan: US$ 1,6 miliar
14. Ciputra dan keluarga
  • Peringkat dunia: 1.284
  • Peringkat di Indonesia: 14
  • Total kekayaan: US$ 1,3 miliar
15. Low Tuck Kwong
  • Peringkat dunia: 1.284
  • Peringkat di Indonesia: 15
  • Total kekayaan: US$ 1,3 miliar
16. Edwin Soeryadjaya
  • Peringkat dunia: 1.372
  • Peringkat di Indonesia: 16
  • Total kekayaan: US$ 1,2 miliar
17. Hary Tanoesoedibjo
  • Peringkat dunia: 1.372
  • Peringkat di Indonesia: 17
  • Total kekayaan: US$ 1,2 miliar
18. Harjo Sutanto
  • Peringkat dunia: 1.465
  • Peringkat di Indonesia: 18
  • Total kekayaan: US$ 1,1 miliar
19. Lim Hariyanto Wijaya Sarwono
  • Peringkat dunia: 1.565
  • Peringkat di Indonesia: 19
  • Total kekayaan: US$ 1 miliar
Sumber info bisnis.l!putan6.com

Pria ini Justru Bersyukur Ditangkap Biar Mudah Peroleh Makanan

Surabaya – Tidak seperti pencuri pada umumnya, Sentot Slamet Riadi (53), warga Sidotopo Wetan, Surabaya ini malah senang ketika ditangkap polisi.

Apalagi dijebloskan ke dalam penjara, pria yang sudah berulang kali mencuri sepeda angin itu mengaku sangat bersyukur. Alasannya, dia selama ini tinggal sebatangkara karena diterlantarkan anak-anaknya.

Dengan ditangkap polisi dan dimasukkan ke penjara, kakek dua cucu tersebut merasa senang karena bisa punya teman baru di dalam penjara, serta bisa mendapat makan dan minum gratis.

“Malah enak kalau ditangkap polisi. Sudah pasti dikasih makan dan minum, gratis,” kata Sentot di sela menjalani pemeriksaan di Polsek Simokerto, Jumat (18/4/2014).

Sentot sudah empat kali mencuri sepeda angin. Tiga aksi pertamanya di kawasan Kapas Krampung dan Sidotopo berjalan lancar.

Sepeda-sepeda yang dicurinya dijual ke pasar loak di kawasan Gembong dengan harga Rp 200.000 sampai Rp 400.000.

Dalam aksi keempatnya, dia tertangkap saat mencuri sepeda BMX di sekitar Depo Kereta Api Sidotopo, Surabaya. Aksinya tepergok Usman (41), pemilik sepeda asal Jalan Simokerto VII, Surabaya.

Dia diteriaki korban kemudian ditangkap beramai-ramai oleh warga. Kakek ini juga sempat dipukuli warga yang menangkapnya. Lalu diserahkan ke polisi.

Di kantor polisi, Sentot mengakui semua perbuatannya. Alasannya, dia butuh uang untuk makan. Hasil penjualan sepeda curian itu digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Memang sepeda hasil curian saya jual di Gembong. Uangnya untuk kebutuhan sehari-hari,” jawabnya.
Kanit Reskrim Polsek Simokerto AKP M Aroby mengakui bahwa dalam pemeriksaan tersangka memang merasa senang setelah tertangkap.

“Dia mengaku mencuri untuk kebutuhannya. Dan dia juga ingin tertangkap supaya tidak kesulitan lagi mencari makan,” katanya.

Namun polisi masih tidak mudah percaya begitu saja. Petugas mengaku berupaya melakukan pendalaman atas perkara ini.

Bisa saja ungkapan itu hanya alibi tersangka setelah aksinya tertangkap dan dia harus mendekam di dalam penjara.

Sumber : tribunnews.com

Peluang Menang Aburizal Bakrie di Pemilu Presiden 2014 Sangat Tipis

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, Akbar Tandjung, mengakui bahwa pandangan-pandangan dari Dewan Pertimbangan yang melihat peluang calon presiden Aburizal Bakrie untuk memenangi Pemilu Presiden 2014 sulit terealisasi.

"Tentang Aburizal ada pandangan di dalam, apa ada peluang untuk menang? Kami tidak melihat peluang untuk menangnya. Tapi kami melihat keinginan Aburizal untuk maju sebagai capres," ujar Akbar usai memimpin rapat Dewan Pembina di DPP, Jakarta, Rabu (16/4/2014) malam.

Akbar menegaskan, kendati ada pandangan tersebut, Dewan Pertimbangan dan seluruh kader diminta menyukseskan pencalonan Aburizal sebagai presiden mendatang karena diputuskan berdasarkan mekanisme sah lewat rapimnas.

"Kalau dalam rapimnas nanti ada sikap baru dan berbeda dari rapimnas yang lama harus dihormati. Tapi interen DPP Partai tidak ada sesuatu secara tajam ingin mengevaluasi pencapresan Pak Ical (Aburizal) yang berujung pada pergantian," ungkapnya.

Anggota Dewan Pertimbangan Golkar selain Aburizal yang ikut rapat seperti Luhut Panjaitan, Budi Harsono, Abdul Gafur, Irsyad Juwaeli, Fahmi Idris, Sarwono Kusumatmadja, Anwar Arifin, Abdul Gafur, Patrice Morin, Ibrahim Ambong, Agusman Effendi, Sri Rezeki, Anwar Arifin.

Sumber : tribunnews.com

Gagal Raih Kursi Dewan Caleg Asal Subulussalam Usir Tiga Keluarga

Ada-ada saja dampak Pemilu Legislatif (Pileg) 2014. Di Kota Subulussalam, misalnya, tiga keluarga miskin harus hengkang dari rumah mereka yang dibangun di atas tanah milik para caleg yang gagal melaju ke DPRK.

Kasus hengkangnya tiga keluarga miskin itu terjadi di RW IV, Desa Mukti Makmur, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam. Warga yang jadi ‘korban politik’ adalah keluarga Iskandar alias Kelik (32), Romedi (55), dan Chandra (42).

Pantauan Serambi (Tribunnews.com Network) yang turun bersama sejumlah wartawan lainnya ke lokasi kejadian, Selasa (15/4/2014) sore, tampak dua bangunan rumah semipermanen milik Kelik dan Romedi telah dirobohkan. Di lokasi hanya tersisa sebagian dinding, lantai, dan puing-puing bangunan. 
Beberapa warga sekitar membenarkan rumah berukuran 6X9 meter itu dirubuhkan oleh caleg yang gagal mendapat kursi. Pembongkaran kedua rumah di RW IV, Desa Mukti Makmur terjadi Jumat 11 April 2014 namun berita itu baru mencuat empat hari setelah kejadian.

Saat diwawancarai wartawan, Romedi mengakui mereka harus membongkar rumah karena disuruh pindah oleh pemilik tanah yang gagal menjadi anggota dewan.

"Iya ini gara-gara coblosan, caleg dari PBB nomor urut 2, pas habis pemilihan ternyata suara di sini cuma satu, langsung kami didatangi kok enggak pergi mbah, kok enggak pergi-pergi, pergi aja mbah," kata Romedi mengutip saran pemilik tanah.

Keluarga Romedi dibantu warga sekitar membongkar rumah yang selama ini ditempatinya dan pindah ke tanah sebelah yang dipinjampakaikan oleh warga lainnya. Romedi didampingi anaknya, Riyan Sahputra mengaku sangat terpukul dengan kejadian itu. Hingga Selasa (15/4/2014), Romedi bersama keluarganya masih menempati pondokan baru yang belum rampung.

Nasib yang hampir sama dialami Iskandar alias Kelik. Namun Kelik meminta wartawan tidak membesar-besarkan masalah itu karena caleg dari Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) tersebut sudah dianggapnya abang sendiri.

"Padahal saya memilih beliau saat pencoblosan, tetapi kemungkinan ada yang mengisukan saya tidak mendukung beliau hingga terjadilah peristiwa ini. Akhirnya saya memutuskan pindah sajalah," kata Kelik yang ditemui di sela kesibukannya membangun pondokan baru di atas lahan yang dipinjamkan oleh seorang kerabatnya.

Wahyono, orangtua caleg dari Partai Hanura yang dikonfirmasi wartawan di kediamannya membantah mengusir warga bernama Kelik. Menurut Wahyono, persoalannya dengan Kelik bukan hanya masalah pileg, bahkan Wahyono sempat menangis saat berbicara dengan Kelik.

Wahyono yang juga mantan kepala desa menyatakan tanah yang selama ini ditempati oleh Kelik merupakan miliknya yang sah.

"Siapa yang nyuruh bongkar? Aku enggak nyuruh bongkar. Tadi kan udah saya bilang, kalau enggak senang sama keluargaku, pindah saja. Aku enggak ada suruh pergi tapi pindah!" ujar Wahyono menjelaskan.

Wahyono mengakui anaknya maju sebagai caleg dari Partai Hanura dan dia sempat berkompromi dengan sang putra agar tidak sampai terjadi perpecahan akibat pileg. Ketika ditanya apakah memang Kelik dan keluarganya tidak memilih sang anak, Wahyono mengaku tidak tahu.

"Aku waktu nyoblos itu enggak ngintip, kan waktu nyoblos itu mana ada kotaknya. Kalau dia milih sama enggak itu urusan dia sama Allah, tapi soal senang tidak senang itu urusan aku," tegas Wahyono sambil menyebutkan kalau dia sudah terbiasa dengan masalah kalah menang namun yang menjadi persoalan yakni soal tidak senang dengan keluarganya.

Widya Ningsih, Caleg Partai Bulan Bintang (PBB) nomor urut Dapil I Simpang Kiri yang diminta tanggapannya terkait kabar bahwa dia mengusir warga yang tidak mendukungnya, pada awalnya enggan menanggapi kabar itu. Namun karena wartawan ingin mendapatkan hak jawabnya, akhirnya Widya memberikan tanggapan.

Widya membantah mengusir Romedi namun membenarkan dia bertanya kenapa tidak berterimakasih pada keluarganya.

"Sebenarnya kalau ngusir enggak, cuman saya tanya aja, kenapa dia tidak berterimakasih pada kami, dia sudah numpang sama kami itu saja. Itu tanah kami, tanah bapak kami, kebun kami, tanah bapak saya," ujar Widya Ningsih.

Widya yang memberikan keterangan sambil berdiri di pintu rumahnya mengatakan, dulunya mereka yang menampung keluarga Romedi saat diusir oleh warga beberapa tahun lalu. Ketika ditanya apakah memang keluarga Romedi tidak mendukung saat pencoblosan, Widya menyatakan buktinya dia tidak mendapat suara di sana.

Istri kepala desa ini mengaku tidak mengusir tapi hanya menanyai baik-baik, namun diduga karena merasa tidak berpihak sehingga Romedi langsung pindah.

"Enggak merasa mengusir, saya tidak merasa mengusir tapi mereka tidak tahu berterimakasih," kata Widya yang membenarkan di maju sebagai caleg PBB.(kh)


Sumber : tribunnews.com
Back Home
 

Video Clip

Hiburan

Teknologi

Kehidupan

Tips dan Trik

Kesehatan