Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Berita Unik

News

Pro Kontra

Bagaimana tampilan situs ini menurut anda?

Terimakasih atas kunjungannya, Kami minta waktu shobat sebentar untuk kasih penilaian, Apa shobat Suka Desain dan Warna situs ini?

Pro!
Kontra!

PSK Kelas Kakap Tetap Beraksi di Bulan Suci Ramadhan


Eks PSK Dolly saat berurusan dengan hukum gara-gara membawa lari harta selingkuhannya.
SURABAYA - Selain tiga kelompok prostitusi yang dijalankan oleh tiga germo yang telah ditangkap, polisi mencium ada sejumlah kelompok lain yang juga beroperasi di Surabaya.

Modusnya juga tidak jauh beda, menyediakan PSK kelas atas dengan tarif selangit.

Termasuk pada bulan Ramadan seperti sekarang ini, kelompok-kelompok itu juga terus beroperasi, namun mereka sangat rapi tidak seperti praktik prostitusi pada umumnya.

Mereka berkomunikasi lewat gadget kemudian ketemuan di sebuah hotel mewah yang telah disepakai, transaksi di lobi hotel, deal dan masuk ke kamar.

“Memang penyidikan mengarah ke sana. Ada dugaan kuat bahwa ada pelaku-pelaku lain yang juga beroperasi seperti ini,” sambung Kasubdit Renakta, AKBP Heru Purnomo, Sabtu (19/7/2014).

Siapa kelompok-kelompok itu, Heru mengaku, penyidiknya masih berupaya melakukan penelusuran. Diharapkan, tidak terlalu lama semua bisa terungkap.

“Semua praktik prostitusi harus dibersihkan. Bukan hanya kelas bawah, tetapi yang kelas atas sekalipun semuanya harus diberantas,” tegasnya.

Penelusuruan terkait praktik prostitusi kelas atas ini dilakukan dalam berbagai bentuk.

Selain mengumpulkan keterangan dari beberapa tersangka dan saksi yang sebelumnya telah terungkap, petugas juga melakukan penelusuran dari sejumlah sumber lain.

Beberapa bulan terahir, terhitung sudah ada tujuh kelompok prostitusi kelas atas yang berhasil dibongkar Polda Jatim.

Yang pertama, dua kelompok yang biasa melacurkan para pelajar dan mahasiswa di Surabaya. Setelah itu, terungkap dua germo yang juga biasa menjual sejumlah foto model dengan tarif hingga Rp 25 juta untuk sekali kencan.

Dan terakhir, tiga kelompok pelacur kelas atas berhasil dibongkar polisi setelah melakukan penggerebekan di sebuah hotel bintang lima di Surabaya.

Sumber :  tribunnews.com
Description: PSK Kelas Kakap Tetap Beraksi di Bulan Suci Ramadhan Rating: 4.5 Reviewer: indodetik onees - ItemReviewed: PSK Kelas Kakap Tetap Beraksi di Bulan Suci Ramadhan

Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton Kunjungi Aceh

Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton mengunjungi sejumlah tempat di Banda Aceh dan Aceh Besar untuk melihat proses pemulihan dan kemajuan yang telah dicapai dalam proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascatsunami.

Bill Clinton bersama rombongan tiba di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda Blangbintang Aceh Besar pada pukul 10.30 WIB dan langsung menuju ke gedung penyelamatan tsunami (escape building) di Gampong Lambung, Kecamatan Meuraxa, Banda Aceh, Sabtu (19/7/2014).

Bill Clinton yang dikawal ketat oleh pengawal pribadinya langsung disambut oleh Kepala Unit Kerja Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4), Kuntoro Mangkusubroto, Gubernur Aceh, dr Zaini Abdullah dan Wali Nanggroe, Malek Mahmud Al-Haytar.

Dari gedung escape building rombongan langsung menuju ke monumen tsumani kapal PLTD Apung dan bergerak menuju Lhok Seudu, Aceh Besar untuk bertemu dengan para nelayan dan berkunjung ke kuburan massal Lhoknga serta Masjid lampuuk.

Mantan Presiden Amerika Serikat yang berkunjung ke Aceh juga disambut para pendemo dari Mahasiswa keluarga besar UIN Ar-Raniry yang melakukan aksi mengecam kedatangan Bill Clinton di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda (SIM), Blangbintang, Aceh Besar. Aksi yang digelar di depan pintu masuk bandara SIM itu sempat dibubarkan polisi.

Lihat selengkapnya disini

Sumber : menatapaceh.com
Description: Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton Kunjungi Aceh Rating: 4.5 Reviewer: indodetik onees - ItemReviewed: Mantan Presiden Amerika Serikat, Bill Clinton Kunjungi Aceh

Bentrok Dengan Tengku Gampong, 6 Relawan di Pidie Tewas

PIDIE – Tim Relawan Aceh (TRA) terlibat bentrok dengan para Tengku-Tengku Gampong di Laweung Kabupaten Pidie pada Jumat (18/7) menjelang siang.

Akibat peristiwa itu, enam anggota TRA meninggal dunia dan kini keenam jenazah itu sudah dilarikan ke Rumah Sakit Umum Sigli (RSUS).

Hal itu dibenarkan, Suardi Sulaiman atau yang sering disapa akrab Adi Laweung saat dihubungi AJNN melalui telepon seluler. Adi Laweung adalah anggota DPRK Pidie.

“Benar adanya bentrok antar TRA dan warga yang mengakibatkan korban jiwa enam orang,” katanya.
Dikatakan Adi Laweung, peristiwa itu dipicu perang mulut pada senin lalu (14/7). Karena para masyarakat menilai TRA membawa aliran sesat ke wilayah itu, sehingga ditegur para Tengku.

“Karena merasa tersinggung ketika itu TRA mengancam akan membawa massa yang lebih banyak, sehingga yang puncaknya pada hari ini,” katanya.

Sumber : ajnn.net
Description: Bentrok Dengan Tengku Gampong, 6 Relawan di Pidie Tewas Rating: 4.5 Reviewer: indodetik onees - ItemReviewed: Bentrok Dengan Tengku Gampong, 6 Relawan di Pidie Tewas

295 Penumpang dan Kru Pesawat Malaysia Airlines MH17 Diyakini Tewas

Pesawat Malaysia Airlines dengan nomor penerbangan MH17 saat lepas landas di Bandara Internasional Schiphol, Belanda, 17 Juli 2014 waktu setempat.

Jatuhnya pesawat MH17 milik Malaysia Airlines diyakini telah menewaskan seluruh penumpang dan kru pesawat itu.

Pesawat jenis Boeing 777 itu mengangkut 280 penumpang beserta 15 kru, ketika terjatuh di Ukraina Kamis (17/7) waktu setempat.

Seorang pejabat Ukraina menuduh pesawat itu ditembak dengan rudal yang diluncurkan dengan launcher jenis Buk buatan Rusia. Kuat dugaan tuduhan ini diarahkan ke para pemberontak pro-Rusia di wilayah timur Ukraina.

Launcher ini, yang sifatnya portable, bisa dibawa dengan kendaraan berat dan memiliki daya jangkau hingga ketinggian pesawat yang saat itu diperkirakan 10.000 meter, demikian dilaporan BBC.

The Associated Press menyebutkan salah seorang korespondennya melihat kendaraan launcher jenis Buk di sekitar lokasi jatuhnya pesawat.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah pesawat militer memang ditembak jatuh di lokasi kecelakaan MH17, yang dekat wilayah perbatasan Rusia-Ukraina.

Stasiun televisi CBS News menunjukkan video di dekat wilayah kecelakaan, di mana sejumlah warga menyaksikan asap hitam tebal mengepul di kejauhan.

Foto yang diduga merupakan puing MH17 juga telah beredar di Twitter.

Penulis: Heru Andriyanto/HA
Sumber:Dari berbagai sumber
Description: 295 Penumpang dan Kru Pesawat Malaysia Airlines MH17 Diyakini Tewas Rating: 4.5 Reviewer: indodetik onees - ItemReviewed: 295 Penumpang dan Kru Pesawat Malaysia Airlines MH17 Diyakini Tewas

12 Syarat Untuk Menjadi Anggota Mujahidin Elit Al Qassam/Hamas Palestine


Foto: Muhammad Abu Sulaiman (Hafidz Al Quran/Mujahidin Al Qassam/ Sayap mujahidin Hamas Palestine).


SYARAT BAGI WARGA ASING YANG INGIN MENJADI ANGGOTA MUJAHIDIN ELITE AL QASSAM /HAMAS PALESTINE

Izuddin Al Qassam merupakan Sayap Mujahidin HAMAS yang berada di barisan terdepan Jihad Fisabilillah di Palestina, Bagi siapa yang ingin Berjuang membela Islam bersama mereka, maka Anda harus harus mengikuti Syarat-Syarat sebagi berikut ;
  1. Hafal Al Quran (Wajib untuk semua anggota mujahidin elite Al Qassam / Hamas asli Palestine)
  2. Wajib shalat berjamaah
  3. Mendapat Izin dari kedua orang tua
  4. Mendapat Izin dari ketua Masjid tempat tinggalnya, serta tidak pernah Meninggalkan Shalat Subuh selama 3 Bulan Berjamaah.
  5. Tidak melakukan maksiat dan dilarang menghisap rokok.
  6. Wajib Belajar Tafsir Al Quran dari Guru-guru atau Ulama.
  7. Wajib Membaca 1 Juz Al Quran sehari.
  8. Wajib Menghafal 40 Hadis Arba'in (Imam Nawawi).
  9. Berpuasa Sunnat dan Bertahajud.
  10. Tahap Kecerdasan Tinggi.
  11. Senantiasa Hadir di Majelis Ilmu (Mengikuti Pengajian Agama Islam).
  12. Mengamalkan Zikir Harian.
Sumber : atjehpost.com
Description: 12 Syarat Untuk Menjadi Anggota Mujahidin Elit Al Qassam/Hamas Palestine Rating: 4.5 Reviewer: indodetik onees - ItemReviewed: 12 Syarat Untuk Menjadi Anggota Mujahidin Elit Al Qassam/Hamas Palestine

Budaya Menghukum dan Menghakimi Para Pendidik di Indonesia

MASA ORIENTASI SISWA SEKOLAH (MOSS)
BUDAYA PENJAJAHAN UNTUK BANGSA TERJAJAH
BUDAYA PARA PENJAJAH YANG TIDAK PERNAH DI TERAPKAN UNTUK ANAK-ANAK BANGSA MEREKA SENDIRI
BUDAYA MENGHUKUM DAN MENGHAKIMI PARA PENDIDIK DI INDONESIA
BUDAYA KEBODOHAN YANG MASIH TERUS DILESTARIKAN HINGGA HARI INI

-Mulai sejak SD hingga Perguruan Tinggi-
-Mulai dari guru dan dosen hingga para Senior ke Junior-

Ditulis oleh: Prof. Rhenald Kasali (Guru Besar FE UI)

LIMA belas tahun lalu saya pernah mengajukan protes pada guru sebuah sekolah tempat anak saya belajar di Amerika Serikat. Masalahnya, karangan berbahasa Inggris yang ditulis anak saya seadanya itu telah diberi nilai E (excellence) yang artinya sempurna, hebat, bagus sekali. Padahal dia baru saja tiba di Amerika dan baru mulai belajar bahasa.

…Karangan yang dia tulis sehari sebelumnya itu pernah ditunjukkan kepada saya dan saya mencemaskan kemampuan verbalnya yang terbatas. Menurut saya tulisan itu buruk, logikanya sangat sederhana. Saya memintanya memperbaiki kembali, sampai dia menyerah.

Rupanya karangan itulah yang diserahkan anak saya kepada gurunya dan bukan diberi nilai buruk, malah dipuji. Ada apa? Apa tidak salah memberi nilai? Bukankah pendidikan memerlukan kesungguhan? Kalau begini saja sudah diberinilai tinggi, saya khawatir anak saya cepat puas diri.

Sewaktu saya protes, ibu guru yang menerima saya hanya bertanya singkat. “Maaf Bapak dari mana?”
“Dari Indonesia,” jawab saya.
Dia pun tersenyum.

BUDAYA MENGHUKUM

Pertemuan itu merupakan sebuah titik balik yang penting bagi hidup saya. Itulah saat yang mengubah cara saya dalam mendidik dan membangun masyarakat.

“Saya mengerti,” jawab ibu guru yang wajahnya mulai berkerut, namun tetap simpatik itu. “Beberapa kali saya bertemu ayah-ibu dari Indonesia yang anak anaknya dididik di sini,” lanjutnya. “Di negeri Anda, guru sangat sulit memberi nilai. Filosofi kami mendidik di sini bukan untuk menghukum, melainkan untuk merangsang orang agar maju. Encouragement! ” Dia pun melanjutkan argumentasinya.

“Saya sudah 20 tahun mengajar. Setiap anak berbeda-beda. Namun untuk anak sebesar itu, baru tiba dari negara yang bahasa ibunya bukan bahasa Inggris, saya dapat menjamin, ini adalah karya yang hebat,” ujarnya menunjuk karangan berbahasa Inggris yang dibuat anak saya.

Dari diskusi itu saya mendapat pelajaran berharga. Kita tidak dapat mengukur prestasi orang lain menurut ukuran kita.

Saya teringat betapa mudahnya saya menyelesaikan study saya yang bergelimang nilai “A”, dari program master hingga doktor.

Sementara di Indonesia, saya harus menyelesaikan studi jungkir balik ditengarai ancaman drop out dan para penguji yang siap menerkam. Saat ujian program doktor saya pun dapat melewatinya dengan mudah.

Pertanyaan mereka memang sangat serius dan membuat saya harus benar-benar siap. Namun suasana ujian dibuat sangat bersahabat. Seorang penguji bertanya dan penguji yang lain tidak ikut menekan, melainkan ikut membantu memberikan jalan begitu mereka tahu jawabannya. Mereka menunjukkan grafik-grafik yang saya buat dan menerangkan seterang-terangnya sehingga kami makin mengerti.

Ujian penuh puja-puji, menanyakan ihwal masa depan dan mendiskusikan kekurangan penuh keterbukaan.

Pada saat kembali ke Tanah Air, banyak hal sebaliknya sering saya saksikan. Para pengajar bukan saling menolong, malah ikut “menelan” mahasiswanya yang duduk di bangku ujian.

***

Etika seseorang penguji atau promotor membela atau meluruskan pertanyaan, penguji marah-marah, tersinggung, dan menyebarkan berita tidak sedap seakan-akan kebaikan itu ada udang di balik batunya. Saya sempat mengalami frustrasi yang luar biasa menyaksikan bagaimana para dosen menguji, yang maaf, menurut hemat saya sangat tidak manusiawi.

Mereka bukan melakukan encouragement, melainkan discouragement. Hasilnya pun bisa diduga, kelulusan rendah dan yang diluluskan pun kualitasnya tidak hebat-hebat betul. Orang yang tertekan ternyata belakangan saya temukan juga menguji dengan cara menekan. Ada semacam balas dendam dan kecurigaan.

Saya ingat betul bagaimana guru-guru di Amerika memajukan anak didiknya. Saya berpikir pantaslah anak-anak di sana mampu menjadi penulis karya-karya ilmiah yang hebat, bahkan penerima Hadiah Nobel. Bukan karena mereka punya guru yang pintar secara akademis, melainkan karakternya sangat kuat: karakter yang membangun, bukan merusak.

Kembali ke pengalaman anak saya di atas, ibu guru mengingatkan saya. “Janganlah kita mengukur kualitas anak-anak kita dengan kemampuan kita yang sudah jauh di depan,” ujarnya dengan penuh kesungguhan.

Saya juga teringat dengan rapor anak-anak di Amerika yang ditulis dalam bentuk verbal.

Anak-anak Indonesia yang baru tiba umumnya mengalami kesulitan, namun rapornya tidak diberi nilai merah, melainkan diberi kalimat yang mendorongnya untuk bekerja lebih keras, seperti berikut. “Sarah telah memulainya dengan berat, dia mencobanya dengan sungguh-sungguh. Namun Sarah telah menunjukkan kemajuan yang berarti.”

Malam itu saya mendatangi anak saya yang tengah tertidur dan mengecup keningnya. Saya ingin memeluknya di tengah-tengah rasa salah telah memberi penilaian yang tidak objektif.

Dia pernah protes saat menerima nilai E yang berarti excellent (sempurna), tetapi saya mengatakan “gurunya salah”. Kini saya melihatnya dengan kacamata yang berbeda.

MELAHIRKAN KEHEBATAN

Bisakah kita mencetak orang-orang hebat dengan cara menciptakan hambatan dan rasa takut? Bukan tidak mustahil kita adalah generasi yang dibentuk oleh sejuta ancaman: gesper, rotan pemukul, tangan bercincin batu akik, kapur, dan penghapus yang dilontarkan dengan keras oleh guru, sundutan rokok, dan seterusnya.

Kita dibesarkan dengan seribu satu kata-kata ancaman: Awas…; Kalau,…; Nanti,…; dan tentu saja tulisan berwarna merah menyala di atas kertas ujian dan rapor di sekolah.

Sekolah yang membuat kita tidak nyaman mungkin telah membuat kita menjadi lebih disiplin. Namun di lain pihak dia juga bisa mematikan inisiatif dan mengendurkan semangat. Temuan-temuan baru dalam ilmu otak ternyata menunjukkan otak manusia tidak statis, melainkan dapat mengerucut (mengecil) atau sebaliknya, dapat tumbuh.

Semua itu sangat tergantung dari ancaman atau dukungan (dorongan) yang didapat dari orang-orang di sekitarnya. Dengan demikian kecerdasan manusia dapat tumbuh, sebaliknya dapat menurun. Seperti yang sering saya katakan, ada orang pintar dan ada orang yang kurang pintar atau bodoh.

Tetapi juga ada orang yang tambah pintar dan ada orang yang tambah bodoh.

Mari kita renungkan dan mulailah mendorong kemajuan, bukan menaburkan ancaman atau ketakutan. Bantulah orang lain untuk maju, bukan dengan menghina atau memberi ancaman yang menakut-nakuti.

Copas dari Copasan

ps. Silahkan di share kembali kepada sebanyak-banyak orang yang membutuhkannya, jika posting ini dianggap membawa manfaat bagi anak-anak kita dan generasi bangsa lainnya.

Description: Budaya Menghukum dan Menghakimi Para Pendidik di Indonesia Rating: 4.5 Reviewer: indodetik onees - ItemReviewed: Budaya Menghukum dan Menghakimi Para Pendidik di Indonesia

Merasa Simpati, Ozil Sumbang 6,9 Miliar Untuk Rakyat Palestina

BERLIN - Simpati ditunjukkan bintang Jerman Mesut Oezil terhadap penderitaan rakyat Palestina yang digempur Israel. Pemain Arsenal itu menunjukkan kepeduliannya dengan menyumbang uang untuk membantu rakyat Palestina.

Para pejabat Palestina mengatakan jumlah korban tewas sejak Israel memulai ofensif minggu lalu telah mencapai 213 orang. Empat anak tewas akibat serangan udara ketika bermain di pantai dekat Kota Gaza dan korban luka mencapai 1.100 orang. Sebagian besar dari mereka wanita dan anak-anak.
Dilansir International Business Times, Oezil menyumbang £350 ribu atau senilai Rp6,9 miliar. Uang itu merupakan total hadiah yang dia terima usai membawa Jerman menang di final (£237 ribu) dan menang di semifinal (£118 ribu).

Oezil merupakan salah satu pemain yang bersinar di Piala Dunia 2014 Brasil. Pemain berdarah Turki berusia 25 tahun tersebut berperan penting saat membawa Jerman meraih trofi juara usai menaklukkan Argentina 1-0 di final.

Selain dikenal sebagai bintang ternama, Oezil memang dikenal sebagai sosok yang peduli terhadap sesama. Saat Jerman menggilas Brasil 7-1 di semifinal, Oezil berusaha menghibur salah seorang fans Brasil tua yang sanga berduka.

"Anda punya negara yang indah dan masyarakat serta para pemain sepakbola yang mengagumkan. Hasil pertandingan ini tidak akan menghancurkan kebanggaanmu, Brasil," tulis Oezil di akun Twitter-nya sambil mengunggah foto pria ini.

Sumber: tribunnews.com
Description: Merasa Simpati, Ozil Sumbang 6,9 Miliar Untuk Rakyat Palestina Rating: 4.5 Reviewer: indodetik onees - ItemReviewed: Merasa Simpati, Ozil Sumbang 6,9 Miliar Untuk Rakyat Palestina
Back Home
 

Video Clip

Hiburan

Teknologi

Kehidupan

Tips dan Trik

Kesehatan