Info
|
Profil G+ Profil Facebook Profil twitter profil Youtube rss feed
Home » , , , » Kuliah Jurusan Komputer Hanya Sia-sia Belaka

Kuliah Jurusan Komputer Hanya Sia-sia Belaka


Tahukah Anda mengapa kuliah Jurusan Komputer sia-sia belaka? 
Tahukah Anda mengapa sarjana komputer tidak lebih pandai daripada pedagang, programer dan teknisi komputer di pinggir jalan? 
Semua itu berawal dari salah kaprah tentang ilmu informatika dan teknik komputer. Banyak orang menyangka ketrampilan menangani peranti lunak dan piranti keras komputer hanya ada di bangku kuliah. Lalu dijadikan bekal untuk cari kerja. Nyatanya semua itu salah kaprah, kenapa?

Untuk menjawab pertanyaan sederhana itu mari perhatikan beberapa hal di bawah ini:

1) ORANG TUA MURID BUTA DUNIA KOMPUTER

Sejak awal 1990 banyak orang tua murid menargetkan anak jago komputer. Demi menyaksikan kehebatan mesin komputer merajai meja kerja. Anak anak pun berduyun ambil kuliah jurusan komputer. Pebisnis menyambut gembira dengan membuka akademi dan perguruan tinggi jurusan komputer. Tarian Iklan jurusan komputer menghembuskan mimpi mimpi indah. Seakan penyandang gelar diploma dan sarjana komputer adalah jaminan masa depan cerah. Nyatanya setelah lulus kuliah koq beda jauh, kenapa?

Karena hanya latah ikut-ikutan arus besar tanpa memahami dunia komputer yang sejatinya hanya alat mempermudah pekerjaan melalui bantuan teknologi.

2) TIDAK PERLU KULIAH AGAR TRAMPIL KOMPUTER

Ijinkan saya berbagi pengalaman pribadi. Jika ingin trampil komputer banyak cara: kursus 2 bulan atau belajar sambil jalan di tempat kerja. Lain lagi jika ingin berkarir di bidang komputer (IT/MIS/EDP). Setidaknya perlu waktu 2 tahun praktek langsung sebagai programer (piranti lunak/software) ataupun teknisi (piranti keras/hardware). Waktu 2 tahun itu di luar masa kuliah jika ambil jurusan komputer. Mengapa? Sarjana komputer lulusan Indonesia, Australi, Amerika sama sama cuma tau teori. Praktek NOL BESAR.

Kebetulan saya jadi programer sejak 1985. Jadi programer secara otodidak di kantor. Ketika itu saya bekerja sebagai Office Boy di perusahaan patungan Pertamina-Spinneys London. Kantornya di Gedung Patra Jasa lantai 14 Jakarta Selatan. Untuk meningkatkan pengetahuan dunia programming kemudian saya ambil kursus-kursus di samping baca-baca buku atas biaya kantor.

Sejarah membuktikan beberapa murid dan anak buah saya di kemudian hari adalah sarjana komputer. Baik lulusan Indonesia maupun lulusan luar negeri. Di antaranya ada puluhan manager dan eksekutif Eropa belajar komputer kepada saya. Mereka pekerja asing (expatriate) di Indonesia. Padahal saya bukan sarjana komputer.

Background saya? Tidak ada kaitan dengan teknik dan komputer. Saya jebolan sekolah guru SPG TEGAL 1981 dan Drop Out Fakultas Sastra Inggris UKI Jakarta 1983. Jadi Office Boy 1983-1984. Jadi programer secara otodidak sejak 1985. Tahun 1990 jadi system developer dan Manager MIS. Tahun 1991 saya ciptakan aplikasi sistem managemen perhotelan yang laku dijual kepada hotel-hotel chain. Salah satunya adalah Accor-Ibis Indonesia. Software bernama “FOSYS+” buatan saya bercokol di Ibis Cikarang sejak 1993-2010. Pada 1993 harga (price list) FOSYS+ berkisar 75 juta, 25% dari harga software import.

Kata orang-orang hotel FOSYS+ adalah software made in putra Indonesia yang pertama beredar di pasar software hotel management system / Front Office System. Beroperasi dengan PC sementara waktu itu masih jamannya mainframe.

Ciri khas FOSYS adalah tampilan ROOM-BOX inquiry. Tampilan kotak-kotak di layar komputer untuk baca status kamar sebagai ganti tampilan berupa listing. Sejak itu menjadi acuan umum para developer jagoan sistem hotel dalam dan luar negeri. Puluhan tahun saya ketemu programer dan user sistem reservasi perhotelan. Mereka sering tanya, bahas atau pamer kehebatan ROOM-INQURY. Mereka tidak tau si pencipta tampilan ROOM-BOX adalah saya (agil) bekas Office Boy yang otodidak jadi programer.

Pengalaman kocak juga pernah saya alami. Sekitar periode 1986-2001 saya jadi pengajar kursus private komputer untuk kaum profesional di perusahaan-perusahaan swasta nasional dan asing. Di antaranya di bidang Real Estate dan Penerbangan Swedia, semua di Jakarta. Karena waktu itu komputer dianggap mesin ajaib, eh banyak cewek melakukan approach kepada diri saya padahal tahu saya sudah beristri. Bahkan anak big boss ada nekat ngajak love affair. Mereka cantik-cantik, muda-muda dan tajir-tajir. Duh, ampun godaan hebat bener, hahahaha…

3) BANYAK SARJANA KOMPUTER TIDAK MAMPU JADI PROGRAMMER, HANYA JADI INSTALLATOR

Bukan rahasia lagi bahwa banyak sarjana komputer hanya tau teori. Bikin program aplikasi nol besar. Walaupun bisa bikin hanya mampu dioperasikan oleh diri sendiri, sering error, sulit dikembangkan. Mereka hapal Flow Chart, Alogaritma dan Diagram Data Flow tapi gagal menerjemahkannya dalam praktek programming. Jagankan bikin program untuk dijual secara umum, untuk dipakai di tempat kerja sendiripun tidak mampu. Hal ini menunjukkan bahwa dibutuhkan waktu praktek langsung. Umumnya dua tahun untuk jadi programer handal.

Sebuah majalah khusus komputer Indonesia dua tahun lalu melaporkan hasil penelitian bahwa hanya sekitar 10% orang IT yang mampu jadi progmmer. Sisanya hanya jadi installator. Maksudnya hanya instal system Windows dan software lainnya. Ini beda jauh dengan era 1980an di mana pekerja IT/MIS/EDP 70% adalah programmer. Padahal bikin sistem sejak 2000 jauh lebih mudah karena tersedia ribuan library untuk source code (source program). Sedangkan pada era 1980an source code hampir 80% bikin sendiri. Ketika mesin komputer sangat sentitif (mudah error), barang baru dan aneh, hanya orang komputer yang dapat mengoperasikannya.

Sebaliknya banyak programer tanpa latar belakang pendidikan komputer. Dalam hal ini berlaku hukum” kuasai sitem sebelum Anda merancang sebuah sistem“. Misalnya jika Anda ingin membuat sistem akuntansi maka Anda harus pelajari sistem akuntansi: jurnal keuangan, arus kas, rugi-laba, neraca.

Mungkin sudah watak manusia ketika baru melek komputer, apalagi pegang ijasah dan gelar, terus petentang-petenteng menyangka diri sudah jago. Padahal dunia komputer meluputi banyak jurusan dan jenis ketrampilan. Misal programmer jagoan belum tentu pandai merangkai hardware, teknisi senior bisa jadi buta sama sekali tentang programming. Programming di sini saya maksud adalah merancang program dengan Progamming Language (bahasa pemograman) baik low-level maupun high-level, dari mulai Assembler, C, BASIC, dll.

SALAH KAPRAH: Banyak salah kaprah disangka jago bikin sistem dengan Microsoft-Excel sudah jadi programmer, ah itu kan cuma spreadsheet yang diprogram dengan Macro-coding. Atau jago ngehack (hacking/hacker) disangka pasti jagoan programmer - lho itu kan cuma merusak/mencuri bangunan sistem dari suatu lubang, bukan membangun sebuah sistem yang dibuat programmer untuk dinikmati umum. Programmer itu , setidaknya, merancang sistem dari nol hingga menghasilkan executable file (.exe) yang telah diuji oleh user, terbukti running well ketika diinstall dan implementasi, termasuk error handling, selama bertahun-tahun di tempat berbeda-beda.

4) SYARAT BERKARIR DUNIA KOMPUTER

Banyak orang tidak tahu bahwa untuk terjun ke dalam dunia komputer perlu syarat pokok sbb: kuat dalam ilmu pasti/matematika, kuat melek/begadang sampai pagi, suka seni. Orang bilang komputer adalah paduan antara ilmu pasti dan keindahan seni. Ilmu pasti karena berurusan dengan rancangan angka-angka dan logika yang harus tepat-akurat. Seni karena perlu imaginasi daya cipta bekerja di alam awang-awang untuk mewujudkan rangkaian imjinasi digital dalam batok kepala jadi nyata di layar komputer.

Syarat tambahan: siap-siap dicap sebagai orang gila karena kebanyakan orang IT adalah workaholik (gila kerja), susah diatur, eksentrik, suka ketawa sendiri di depan komputer, hehe…
Dengan uraian di atas maka saya berpendapat, mohon maaf, bahwa kuliah jurusan komputer di Indonesia lebih banyak sia-sia. Karena kebanyakan hanya latah, tidak paham syarat pokok berkarir di bidang komputer, gagal menjadi teknisi/programer handal, tidak menjamin dapat pekerjaan. Oleh karena itu hendaknya berpikir ulang jika akan ambil kuliah Jurusan Komputer. Dan jika terlanjur salah pilih masuk Jurusan Komputer maka tak ada kata terlambat untuk cabut dan pindah ke jurusan yang benar-benar Anda sukai/cintai.

Bagi Anda yang bingung ataupun tersinggung dengan artikel ini silakan periksa latar belakang Bill Gates si raja software pencipta MS-DOS dan MS-Windows system, dia cuma drop out dari Harvard University yang tidak tidak hubungan dengan pendidikan formal komputer. Inilah bukti pendidikan formal bukan segala-galanya apalagi sekedar tujuan untuk tidak gagap teknologi. Jika di Indonesia banyak iklan nipu Orang Tua Murid tentang Kuliah Jurusan Komputer, jangan heran deh…!

"Sesungguhnya mencintai suatu ilmu/ketrampilan adalah separuh jalan menuju pintu-pintu sukses jika digeluti dengan sungguh hati"
_______________________
Apa Kata Penulis?  Klik disini

***
By Ragile (agil)
Bekas programmer/analyst/developer/manager computer 1985-2000
Facebook   : Agil Abd Albatati
Source of article : Kompasiana - http://www.kompasiana.com/ragile
------------------------------------------

Share this post :

Isi Komentar Anda

Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi indodetik.com. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

61 Comments
Comments

+ komentar + 61 komentar

16 July 2013 00:04

maaf saya programer bukan instaltor :D

16 July 2013 06:06

menurut aq, kuliah itu bukan cuma sekedar dapet gelar sarjana doang, ilmu boleh beda.... tapi pengalaman ga akan sama...

31 July 2013 04:47

semua itu perlu dasar..
"jika menurut anda kuliah jurusan komputer "HANYA SIA SIA BELAKA" menurut saya itu tidak benar.
Stataemen Anda "Tahukah Anda mengapa sarjana komputer tidak lebih pandai daripada pedagang, programer dan teknisi komputer di pinggir jalan?" menurut saya itu juga tidak benar.
Kuliah itu perlu kita kuliah itu untuk mencari ilmu, masalah bisa jadi programer handal itu bukan karna kita kuliah tapi bagaimana kita dalam menjalankan kuliah, apakah sungguh2 atau cuma sebatas kuliah saja untuk cari ijasah. terus kalo kita belajar sendiri (otodidak) pakah bisa jadi programer handal tanpa sungguh2 dan tanpa dasar apapapun....???
masak tau-tau langsung praktek. emang bisa apa praktek langsung tanpa teori. klo praktek langsung pasti ancur deh.


untuk semuanya jangan sampai anda tersesat oleh artikel di atas.

25 August 2013 15:51

Saya Tidak terima Saya Web desain dan juga Programer .. Artikel yang aneh jangan di masukin kedalm hati nanti yang ada malah bikin down dan stress

Anonymous
7 November 2013 20:24

article yg anda buat tidak mutu, ampas, ga ada gunanya untuk pembaca, menyombongkan diri.. mau kuliah atau engga itu tergantung individu itu bagaimana dia belajar

ARTICLE nya ampasss

Anonymous
13 November 2013 16:45

jujur aja, statement anda tentang kuliah komputer nggak bener itu salah kaprah. dan tentunya banyak orang yang tersinggung dengan kata-kata anda diatas. jangan sombong kawan.

13 November 2013 19:31

@Agit Naeta

Saya juga ambil sisi positifnya saja dari masalah yang diatas.

Anonymous
13 November 2013 19:31

orang pintar kalah sama orang BEJO !

Anonymous
13 November 2013 20:03

, terus juga ngapain kuliah pertanian, peternakan, beberapa tahun menekuni itu sama babe, enyak dsawah, dkebun pasti juga uda jago lah, . . . . .haaaaa

13 November 2013 21:07

Waaww.. arogan amat !

13 November 2013 21:31

wtf

14 November 2013 00:54

@Susanto Satu

emang besar kelapa ni engkong (eh, kepala)... suatu saat dia akan kualat... cih... :P

14 November 2013 01:49

berarti kalau menurut artikel kuliah jurusan apapun akan sia-sia dong?
AMPAS

14 November 2013 02:02

@Bozz Kendro
Oto News Indonesia
Ngak Juga sih Om,tapi banyakan,saya Tamatan STM tapi terampil Komputer,Maksudnya adalah Kebanyakan Kuliah hanya Formalitas Saja

14 November 2013 03:12

yang bikin artikel,salah besar!!,kuliah di dunia IT itu tidak selamanya sia sia mas!!,kuliah IT bukan cuma sekedar nyari ijazah seperti apa yang anda katakan,mungkin anda merasa sudah pintar ya tanpa kuliah?,

Anonymous
14 November 2013 09:22

bedanya yang otodidak sama yang kuliah . klo yang kuliah bisa jadi BOS dan lo hanya akan jadi bawahan gw sii tukang bikin program . itu gunanya gw kuliah biar bisa manfaatin tukang buat program kaya lo bro :D

14 November 2013 19:04

kalo agil ga lulusan IT bisa jadi programer bilang kuliah jurusan komputer sia2, ntar ada si sulung ga lulusan jurusan hukum bisa kerja dikantor pengacara komentar juga kuliah hukum juga sia2, belum si mbarep yang ga lulusan kedokteran sudah bisa suntik orang lalu bilang kuliah kedokteran hanya sia2, satu lagi si putri yang ngga kuliah dijurusan ekonomi bisa ngatur keuangan rumah tangga juga bilang kuliah jurusan ekonomi hanya sia2, kalo mau bangga diri boleh tapi jangan merendahkan orang lain

14 November 2013 19:58

maaf sebelumnya tegantung orangnya mas.. jika seseorang tersebut mampu mengembangkan materi kuliahnya khususnya keahliannya dibidang IT.. bukan tidak mungkin bisa melebihi orang2 yang anda maksudkan.. tidak hanya di jurusan komputer saja menurut saya.. semua bidang bisa juga kayak gitu.. ilmu tanpa guru tidak ada gunanya mas.. semua harus ada pembingnya.. orang pintar di belakangnya pasti ada pendukungnya entah dari guru, dosen, orangtua bahkan orang spesialnya..

Anonymous
14 November 2013 21:56

mas mhon maaf ya mas..tapi pendapat mas tu terlalu anak2 mas...kesuksesan seorang itu bkn krena dia kuliah atau apa..semua dh ada yg ngtur..asal ada kemauan mas,semua kuliAh itu sama aj

Anonymous
14 November 2013 22:49

Cara berfikir lo sependek usia kuliah lo. lo pikir komputer yg sedang lo pake dibuat oleh lulusan sma? bukan oleh para pakar ilmuan dari universitas? mgkin lo aja yg salah masuk jurusan dan salah masuk universitas!! Oke para sarjana itu memang awalnya bawahan lo, tp itu kan butuh proses, semua ada waktunya. seperti lo jg kan yg awalnya juga seorang OB (disesuaikan pendidikan dong). Mana ada org baru kerja, baru diterima langsung jd boss???!!! dan keberhasilan naik pangkat itu disesuaikan dengan potensi, koneksi, relasi, KEBERUNTUNGAN dst.. dst.. Mungkin untuk lo yg terakhir itu.. yg penting bagi lo bersyukur saja atas keberuntungan itu, tidak usah merendahkan orang lain. INGAT, lo jd bos cuma di kantor, di luar lo sama aja kayak org lain..!!!

Anonymous
15 November 2013 04:10

Lebih asik liat komentarnya daripada artikelnya :v

Anonymous
15 November 2013 06:50

makanya kalo melamar kerja harusnya langsung melamar jadi BOS, jangan jadi OB, panjang jalannya kalo dari OB sampai jadi BOS.....betul gak kek?

Anonymous
15 November 2013 07:13

LOL, simply LOL

Anonymous
15 November 2013 08:42

kalo kita kuliah pasti beda dengan belajar sndiri/khusus, karena ada istilahnya tau rasa tapi tidak tau bumbunya,

jadi jangan sombong seolah2 perkataan anda yang paling benar,, lebih santun dan cerdas dalam menulis artikel itu lebih bai dari pada mengumbar kesombongan

Anonymous
15 November 2013 12:10

lah trus ngapain juga bapak kuliah di fakultas Sastra & Bahasa Inggris , itukan juga sia2bisa secara otodidak juga wong kita pake setiap hari itu bahasa indonesia, bahasa inggris bisa pake kamus atau kalo gak cari temen bule :v , pikiran penulis masih sempit keknya tentang sarjana komputer :v , bisa saja sarjana komputer itu jadi pengusaha di bidang IT kan, bukan hanya jadi programer atau instalator,dari cara bahasa saja anda tidak seperti orang sastrawan yang ngerti bahasa,pantas saja tulisannya ngawur -_-

Anonymous
15 November 2013 13:42

dari situ anda uda keliahatan sombongnya, mana ada tujuan sarjana untuk jadi programmer, mana ada cita2 mereka untuk jadi kerja dibagian praket justru ke hal-hal yang berbasi teori, klo masalah kuliah dan sukses, anda masih kelas bawa, ingat pendiri facebook, microsoft dan lain lain, emg mereka lulus kuliah, baru segitu aja anda sudah g karuan. Keliahatan bgt cara omongan anda tidak berpendidikan, hahahahaha

Anonymous
15 November 2013 16:14

Bukan hanya kuliah jurusan komputer, kuliah apapun kalau tidak sungguh2 menjalankannya yaa itu semua hanya sia-sia belaka :)

Anonymous
15 November 2013 18:53

trus kalo mau ngelamar ke perusahaan IT lulusan SMA bisa? mau ngelamar jd programer lulusan pertanian bisa? bilang aja mau promosiin tempat kursus..

15 November 2013 19:36

Anda mendapatkan sebuah keberhasilan itu dari media "DUNIA IT", DAN ANDA MENDAPATKAN ANUGRAH BISA MENJADI PROGRAMMER HANDAL ITU YA DARI TUHAN, KALO TUHAN GAK NGASIH ANDA KELEBIHAN DALAM KOMPUTER, MAKA ANDA TIDAK AKAN MENJADI SEPERTI SEKARANG INI...Ingat: Anda sukses karena TUHAN memperkenalkan dunia IT kepada ANDA, SEHARUSNYA ANDA BISA MENJADIKAN HAL INI SEBAGAI MOTIVASI KUAT BAGI MAHASISWA IT " bahwa orang yang tidak berasal dari basic IT saja bisa sukses dalam dunia komputer seharusnya yang kuliah jurusan IT harus bisa lebih sukses AGAR SEMANGAT PARA PEMUDA IT ITU KUAT". MAKA DARI ITU KESUKSESAN ANDA DAPAT MENJADI MOTIVASI PARA MAHASISWA UNTUK SUKSES, BUKANNYA MERENDAHKAN KULIAH KOMPUTER....PIKIR ITU BABE AGIL!! JANGAN ASAL BICARA DENGAN PENUH KESOMBONGAN !!

Anonymous
15 November 2013 21:11

mbah agil sombong nang, ojo ditiru. kuliah sastra wae ora lulus malah banting stir dadi programmer. sebenarnya dia juga sudah menyia-nyiakan ilmunya. biasanya orang bodo biar tidak merasa bodo caranya menutupi kebodohannya dengan menjelek2an orang lain biar seperti orang pinter.

Anonymous
15 November 2013 21:59

bener banget kamu boss,,
memang bener tidak perlu kuliah di TI ,buat pinter TI ,hahaha
buat jadi pakar TI pun sampai - sampai bukan dari lulusan TI :)
terlebih saya sebagai masiswa TI pun turut bangga n tersadar akan postingan ini..
tapi saya masih yakin n terus belajar sesuai minat saya
alangkah lebih baiknya jika kita mendengarkan saran posting ini,jadi biar anda inget dan tambah pinter lagi anda tidak usah sekolah untuk jadi pintar n seorang penemu gimana?
cc: Albert Einstein

16 November 2013 00:23

Kurang sreg sama judulnya, bagaimanapun tergantung pada individu masing-masing. Jika mau berusaha ya pasti mendapatkan hasil setimpal.

Anonymous
16 November 2013 01:51

Saya setuju dengan sebagian besar isi dari artikelnya, tapi untuk judul artikelnya saya kira perlu di perbaiki, karena tidak ada kata"Sia-Sia" dalam menuntut ilmu.

16 November 2013 04:13

setuju,,,ga da kata sia2 dalam menuntut ilmu,,,blajar otodidak emng bagus,,,tp belajar akademik dengan sungguh2 juga pasti bagus juga,,,,kembali kepada orang masing2,,,mohon judulnya di gannti

Anonymous
16 November 2013 05:06

Dasar PROGRAMMER GAGAL,,,,
Tidak mampu bersaing ya sampai buat artikel seperti ini.....
Sebaiknya hati2 dalam mengambil keputusan dan pendapat,,,,
ANALISA DULU.....
Jangan lumpuhkan semangat anak bangsa di dunia IT nanti negara sendiri yang tidak mampu bersaing dengan negara lain hanya karena rakyatnya tidak menghargai Ilmu Pengetahuan...

>mr_sp4m@yahoo.co.id

16 November 2013 14:09

maaf artikel ini kelihatannya frontal.
karena menurut saya anda menilai sekolah komputer sia2 hanya dari anda yang jago komputer tanpa kuliah komputer.
lihat kesinambungannya dong mas
Coba mas tanyain yang ngajarin masnya waktu khursus program sampai masnya bisa sejago ini tu lulusan apa??
kalau dia bisa dari otodidak pastinya dia juga ada referensinya/buku dong??dan yang bikin referensi/bukunya itu lulusan apa??
pastinya dia sekolah juga kan!!
kalo yang bikin bisa dari otodidak tentunya dia juga punya referensinya juga kan!!
kalo orang sukses memang tidak harus sekolah,banyak ko pengusaha2 sukses yang sekolahnya ga bagus.
masnya bisa dari otodidak karena masnya ada kemauan,kalo masnya ga ada kemauan ga mungkin bisa sampai expert juga kan.kalo kemampuan itu memang dari diri sendiri,dia mau berusaha atau hanya ikut2an doang.

16 November 2013 14:17

maaf artikel ini kelihatannya frontal.
karena menurut saya anda menilai sekolah komputer sia2 hanya dari anda yang jago komputer tanpa kuliah komputer.
berarti semua kulaih jurusan pun akan sia-sia.
karena buat apa kuliah pertanian kalo tanpa kuliah pertanian aja para petani sudah bisa
menanam padi.
buat apa kuliah peternakan kalo tanpa kuliah peternakan saja para peternak sudah bisa
beternak.
buat apa juga kuliah kedokteran kalo para mantri saja tanpa kuliah kedokteran sudah bisa menyembuhkan orang sakit.
buat apa kuliah teknik mesin kalo tukang bengkel saja tanpa kulaih teknik mesin sudah bisa ngutak-atik mesin.
ilmu memang didapat tidak harus dibangku sekolah.
bisa dimana saja,yang berbagi ilmu itu juga pastinya pernah sekolah
lihat kesinambungannya dong mas jangan dari sudut pandang sendiri.
Coba mas tanyain yang ngajarin masnya waktu khursus program sampai masnya bisa sejago ini tu lulusan apa??
kalau dia bisa dari otodidak pastinya dia juga ada referensinya/buku dong??dan yang bikin referensi/bukunya itu lulusan apa??
pastinya dia sekolah juga kan!!
kalo yang bikin bisa dari otodidak tentunya dia juga punya referensinya juga kan!!
kalo orang sukses memang tidak harus sekolah,banyak ko pengusaha2 sukses yang sekolahnya ga bagus.
masnya bisa dari otodidak karena masnya ada kemauan,kalo masnya ga ada kemauan ga mungkin bisa sampai expert juga kan.kalo kemampuan itu memang dari diri sendiri,dia mau berusaha atau hanya ikut2an doang.

16 November 2013 21:50

HATI-HATI BOS DENGAN ARTIKEL ANDA..!!!

Adit
17 November 2013 00:20

artikel yg sama dimana2 dan tetap suatu kebodohan buat saya. sama saja ga usah ada SMA SMP, jadi habis SD lgsg penjurusan apa gitu, jadi yg mau jadi akuntan ga perlu repot2 belajar biologi, dan sebaliknya .... iya kan

17 November 2013 00:50

Pikiran anda benar-benar sempit.. Tidak membangun apa-apa. Tidak bisa berfikir ya ?
Orang-orang yang seperti anda ini yang memperhambat perkembangan pendidikan bangsa dan dunia.

Anonymous
17 November 2013 04:35

Coba anda kuliah IT pasti gak cuma bisa bikin aplikasi layanan hotel saja. Namanya juga ilmu terapan ya emang yg penting latihan dan prateknya, jadi klo lulusan kuliah IT belum siap kerja ya berarti kurang prakteknya :) btw baru tau gw klo ikut2 khursus itu masih masuk kategori otodidak krn banyak khusus IT yg internasional itu lebih mahal dibandingkan kuliah di indonesia :))

Anonymous
17 November 2013 20:42

wah sih babeh satu ini..
apa jadinya kalo anak2 bangsa jadi pada ga naroh minat di perkuliahan jurusan komputer gara2 ngebaca artikel babeh ini.. mungkin kebanyakan pada langsung sok2an terjun ke dunia IT dengan tanpa pondasi yang kuat..
emang bener kursus tuh langsung ke praktek.. tapi menurut dosen ane, kursus itu cuman ngehasilin tenaga kerja yang bisa nya mengatasi masalah yang diajarin di kursus doang.. berkembangnya akan lebih sulit.. itu karena mereka ga punya pondasi yang kuat, kalo hanya dari sekedar KURSUS doang..
tapi kan, bisa aja yang kursus belajar giat jadi punya pondasi kuat, sementara yang kuliah juga bisa aja pondasinya ga sekuat orang yang kursus tersebut..
nah kalo gitu semuanya balik lagi ke orangnya kan..
jadi yang jadi masalah bukan kuliahnya beh.. tapi yah orang2nya itu lagi..
jujur aja saya kecewa beh ngeliat babeh menilai jurusan komputer itu sia2 hanya semata dari babeh yang bisa bikin aplikasi secara otodidak sebelumnya.. sempit banget beh.. terlebih diluar sono banyak anak2 muda yang gampang nyerap informasi seenak'e dewek.. apalagi kalo mereka ketemu artikel si babeh ini yah..

Anonymous
18 November 2013 00:51

woe semua itu ada yang ngatur aku dukung ni artikel setiap orang berbeda-beda bro dari berbagai suku bangsa serta negara dan kalau mencari ilmu sebenarnya kagak kuliah saja kagak apa-apa banyak sekarang artikel jadi programmer dan jadi hacker di toko-toko buku,kalau anda kagak mau baca ya sudahlah tamat,percuma juga kuliah kalau jarang baca-baca artikel

lanjutkan saja bro jangan dengarkan mereka-mereka yang mengejekmu

18 November 2013 02:45

ternyata masih banyak org bego zaman sekarang..
yg gk pake otak klo mau nulis artkel

18 November 2013 02:50

aneh yya..
koq bulis artikel gk mikir2 dulu yya..

jadi mnurut mu aq sia-sia mnjadi mahasiswa ilmu komputer yg denga susah payah aku raih..

ilmu bkn hnya untuk mncari kerja az boyy..
ingat itu..

18 November 2013 21:05

Wajar aja kalau banyak yang ngga setuju sama tulisan di atas. Tapi dilihat dari cara menanggapi, kebanyakan yang ngga setuju ini pikirannya juga sempit (padahal mereka bilang si penulislah yang pikirannya sempit). Menurut saya si penulis ngomong tentang applikasi perhotelan yang dibuatnya itu bukan karena sombong, tapi menunjukkan kalau dia qualify buat berpendapat demikian. Wajar lah dia bilang "ngapain capek2 kuliah kalau ngga ada kontribusi nyata. Nih gw ngga kuliah bisa bikin ginian". Seharusnya kalau orang2 yang kuliah TI atau lulusan TI disini ngga setuju sama pendapat si penulis, tunjukin juga dong apa applikasi apa yang udah kalian buat? Jangan cuma marah2 terus ngasih komen yang bikin kalian keliatan emang seperti yang di bilang sama penulis, kuliah TI tapi ngga ngerti komputer, hahaha

Anonymous
19 November 2013 11:40

Pak artikel ini benar2 menjatuhkan dan menjelekan. tidak hanya fasilkom, tapi secara tidak langsung artikel bapak menjelekan kuliah untuk semua jurusan.
Lebih baik bapak hapus, dan buat pernyataan maaf.
Sebelum bapak terjatuh lagi.
Saya hanya kasian melihat bapak yang sudah tua dari account facebook bapak, karena bapak punya anak2 juga toh yang mungkin akan di kuliah kan.
Bapak orang jawa kan? tau bagaimana doa2 orang yg tidak menyukai artikel ini datang dari mana saja? mungkin bapak tidak akan merasakan bumerang dari artikel bapak ini, tapi mungkin pada keturunan bapak.

Saya tau rasanya jadi okb dengan pola pikir tidak berpendidikan, saya banyak teman seperti itu, saya juga banyak teman yang lebih sukses dari bapak dan mungkin menduduki posisi penting di pemerintahan RI.

Tapi mereka tetap menghargai dan tidak sombong seperti bapak, yang menjatuhkan semangat muda anak-anak kuliah.

Terima kasih.

Anonymous
19 November 2013 11:49

Saya kenal dengan ahli IT yang tidak seperti ini, beliau juga otodidak, tapi tidak sombong seperti bapak. search saja di google Dani Firmansyah. Beliau tidak sombong seperti bapak, padahal beliau mengusai banyak bahasa program secara otodidak.

dan buat teman-teman yang lain, kita para komentator sedang di ejek di :
http://edukasi.kompasiana.com/2013/11/19/sebuah-buku-yang-menjungkirbalikkan-nasib-kisah-nyata-612242.html?fb_action_ids=636884619687785&fb_action_types=og.likes&fb_source=aggregation&fb_aggregation_id=288381481237582

Anonymous
19 November 2013 11:54

sudah cukup komentarnya, justru dia malah senang laku artikelnya.
Kalo gak suka, samperin aja kantor kompasiana, ajak debat tampilkan ke publik, jatuhin harga dirinya agar dia merasakan kesombongan menjatuhkan dia.

19 November 2013 21:38

Dia kasih contoh Bill Gates yah. Bill Gates juga nggak lulus kuliah Management Sales & Marketing. Tapi dia berhasil menjual Windows + Office nya yang membuat dia kaya raya. Jadi kuliah Management nggak perlu donk? Hahahahaha.

20 November 2013 01:33

ane kurang setuju.......
ilmu ngasal sama ilmu yang terferifikasi itu berbeda......
contoh aja.....
belajar agama sendiri lewat dengan alqur'an aja bisa.....
buat apa ngaji.....
ilmu itu ada gurunya
karna kelak semuanya akan di tanya oleh malaikat....
dari manakah ilmu kalian dan siapakan yang mengajar
siap anda mempertanggung jawabkan semua sendiri?????

11 December 2013 05:05

Psikologi, Manajemen, marketing, bahasa, pendidikan, juga gak perlu kuliah, ilmu bs didapat dari luar kuliah.

:D

Anonymous
16 December 2013 21:50

Bill Gates emang sengaja drop out, tapi setelah itu dia nyesel juga kok

Anonymous
17 December 2013 03:45

hahahaaa, artikel bermutu ( rendah ), ini susahnya orang yang gk kuliah baru bisa sedikit udah sombong :v

Anonymous
23 December 2013 20:17

intinya bisa ala biasa,,.....
jd smua org akan bisa krna tuntutan yg hrus dy penuhi sy yakin smua org jg bisa apalgi aor yg kul komputer, mgkn krn dy blum dberikan ksmpatan untuk mnunjukkan kmampuannya ktika dksih sbuah tuntutan, knr ktika ssorang dksih sbuah tuntutan sudah psti dy akn brusha utk mnylesaikannya,..... jgn anggap remeh jurusan komputer, anda bisa krn biasa dan tuntutan kntor dan nasib anda yg lbih baik drpda org2 yg kuliah,..., anda bs sprti itu krn thun sgtuu blum ada srjana komputer wlopun anda sangat langka, klopun dlu ada mgkin anda gak akan naik dari ob mnjadi sprti skrg,....

Anonymous
8 January 2014 09:03

intinya orang2 kuliah yang lebih tau konsep dan teori memang butuh bawahan yang lebih tau praktek seperti anda

18 February 2014 07:26

Kasian ya bisanya cuma bikin software sistem informasi perhotelan? Gak berani nyoba yang lebih ngkong? Kaya' bikin sistem terintegrasi dan analisis untuk perusahaan OIL AND GAS. Gak berani ya ngkong? Gak berani menganalisis jauh lebih dalam dengan menggunakan DASAR ALGORITMA yang bener2 matang dengan menggunakan analisis kalkulus, statistik, persamaan diferensial, otomatisasi sistem yang menggunakan kecerdasan sistem untuk membuat keputusan sendiri, yang dijamin akan aman sesuai standar internasional dan terdokumentasi serta termanajemen dengan baik kode-nya. Apa engkong masih bakalan gede kepalanya?
Keliatan kok dari tulisan engkong sendiri, engkong orangnya sedikit narsis. Apa engkong gak ngaca? Engkong lulusan inggris kok larinya ke komputer sih? Gak malu ya sama gelar sarjana bahasa Inggris? Kenapa engkong harus lari ke komputer? Apa iya kalo mau ahli di bidang bahasa Inggris gak perlu kuliah juga? *gue balek deh pertanyaannya*.
Yang engkong perlu tahu, gak ada jurusan kuliah di dunia ini yang MENJAMIN lulusannya bakalan jadi ahli. Semua hanya memfasilitasi, sisanya ya balek ke individunya masing-masing. Dan gue yakin kok, kalo ilmu itu dimanfaatkan dengan baik, ilmu apapun di dunia, insya Allah ada manfaatnya. :).
Salam, peace :D.

18 February 2014 07:37

Bidang cakupan komputer itu sebenernya LUAAAS banget. Pada prinsipnya, semua mesin yang bisa diprogram itu dibilang komputer (mesin hitung). Semuanya dari mulai jaringan, artificial intelligence, komputasi, multimedia, pemrograman sampe yang bidang seni kaya' desain grafis. Dan yang perlu bapak tau, untuk programming aja misalnya, kalo ingin membuat sistem informasi yang aman dan tahan dari serangan hacker, anda perlu mengerti tentang konsep sistem operasi, jaringan, keamanan jaringan, algoritma. Untuk membuat game anda perlu mengerti tentang konsep yang ada dalam kecerdasan buatan. Jadi gak mungkin kan ada perancang sistem informasi buat perusahaan sekelas google, IBM, microsoft, atau bank2 besar dunia yang gak ngerti konsep2 selain konsep programming? Bisa2 sistemnya cuma diserang pake cara2 dasar udah kebobol :|.

16 May 2014 03:48

background saya administrasi bisnis namun saya tertarik belajar programming secara otodidak.

menurut saya programmer lbh hebat dibanding instalator..menurut saya lhooo..gak bermaksud merendahkan

16 May 2014 03:53

menyambung komen saya di atas...

apapun jurusannya tidak penting, yg penting adalah niat dan kemauan untuk belajar

Anonymous
1 September 2014 08:54

Anda hanya bisa memprogram, bukan menganalisis, membuat dokumentasi..
Semua orang bisa silang profesi, cuma tergantung org nya aja.
Open Minded...

Post a Comment

Next Back Home
 
.comment-content a {display: none;}